Bidang
 
Info Dinas
  • Angkutan Perintis (Wonosari-Gedangsari)
  • Latihan Panjat dinding
  • GladiResik Operasi Ketupat 2011
  • Perbaikan sarana Lalu-lintas
  • Rapat Kerja
 
Dukungan Online
 Admin1
 Admin2

 
Slide Informasi
 
Statistik
  Pengunjung hari ini : 5
  Total pengunjung : 1100485
  Hits hari ini : 16
  Total Hits : 7770281
  Pengunjung Online : 7

 
Angket

Apa Transportasi Favorit Anda?

 Ojek

 Dokar

 Becak

 Andong

Lihat Hasil Angket

 

Beranda » Bidang Transportasi » Penumpang Sepi, Sopir Angkot dan Angkudes Mengadu ke Dishubkominfo

Link Website

  • Senin, 18 Februari 2013 - 12:51:04 WIB
    Penumpang Sepi, Sopir Angkot dan Angkudes Mengadu ke Dishubkominfo
    Diposting oleh : admin
    Kategori: Bidang Transportasi - Dibaca: 6688 kali

    Pesatnya pertambahan populasi kendaraan pribadi beberapa tahun terakhir menjadi indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat, namun hal tersebut juga menimbulkan permasalahan baru di bidang transportasi, khususnya pengusaha angkutan dan operator angkutan. Demikian salah satu poin yang disampaikan oleh sopir angkot yang beroperasi di Kota Wonosari pada saat audiensi sopir angkot dengan Dishubkominfo Gunungkidul, Rabu (13/2), di Aula RR Dishubkominfo Gunungkidul. 

     

    Audiensi dihadiri Kepala Dishubkominfo Ir.Purnamajaya,MUM didampingi Samsudin Effendi,SH Kabid Transportasi beserta jajaran Dishubkominfo Gunungkidul. Sementara paguyuban angkot yang hadir sekitar 30 orang, tampak pula perwakilan dari Polres Gunungkidul, Kejaksaan Negeri Wonosari dan Satuan Polisi Pamong Praja Gunungkidul. 


    Paidi selaku perwakilan dari crew angkot menyampaikan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh operator angkot antara lain meminta realisasi jalur dalam kota untuk angkot sepenuhnya dan angkudes tidak masuk kota karena saat ini sebagian angkudes masih masuk kota.  "Kami meminta agar angkudes hanya sampai ringroad tidak masuk ke dalam kota" tandas Paidi.

     

    Selain itu perlu perhatian dari pihak terkait dalam hal ini pihak kepolisian untuk menghimbau kepada orangtua agar tidak mengijinkan anaknya yang belum mempunyai SIM tidak mengendarai motor. "Sekarang ini banyak sekali pelajar yang menggunakan motor untuk pergi ke sekolah, padahal belum punya SIM karena belum cukup umur, oleh karena itu kami mohon kebijakan bapak kepolisian untuk menertibkannya," tambahnya.

     

    Sementara Ngadiyono selaku operator angkot menyampaikan bahwa trayek angkudes dan angkot sekarang ini perlu ditertibkan karena pada saat-saat tertentu angkudes kadang masuk ke jalur angkot di dalam kota dan pada titik tertentu perlu dijaga petugas Dishubkominfo untuk mencegah pelanggaran trayek. "Yang terpenting Dishubkominfo dapat memberikan perhatian kepada kami berupa kebijakan sehingga kami masih dapat beroperasi dan tidak kehilangan pekerjaan"tambah Ngadiyono.

    Menanggapi permasalahan yang disampaikan para crew angkot tersebut, Kepala Dishubkominfo Ir Purnamajaya, MUM menyampaikan bahwa perlu duduk bersama lagi antara crew angkot dan angkudes, sehingga akan mendapatkan jalan tengah. " Jalan tengah tersebut tidak merugikan salah satu pihak, baik angkot, angkudes, maupun penumpang," katanya.

     

    Giliran Sopir Angkudes Mengeluh

    Sehari setelahnya, Kamis (14/2) para supir angkudes juga mendatangi Dishubkominfo Gunungkidul.  Mereka diterima di Aula RR Dishubkominfo Gunungkidul dan dihadiri Kepala Dishubkominfo Ir.Purnamajaya,MUM didampingi Kabid Transportasi  Samsudin Effendi,SH beserta jajarannya.

     

    Audiensi kali ini menyinggung tentang kesepakatan jalur trasportasi yang melibatkan angkot dan angkudes yang telah di tetapkan sebelumnya, namun masih belum terealisasikan secara penuh.

    30 armada supir angkot yang ada, yang masuk ke terminal hanya 4 armada saja. Para supir

    angkudes mengeluhkan para tukang ojek yang masuk ke dalam terminal baru dan menempati wilayah mereka sehingga penumpang lebih memilih naik ojek dari pada naik angkudes.

    Kepala Dishubkominfo Ir.Purnamajaya,MUM mengatakan bahwa para tukang ojek akan ditempatkan di tempat pengunjung. ”Sebenarnya ojek bukan merupakan transportasi umum tetapi mereka termasuk kendaraan pribadi yang digunakan untuk mencari nafkah sehingga akan ditempatkan di tempat pengunjung,” jelasnya.

     

    Audiensi berakhir dengan disetujuinya pembagian jalur dan wilayah operasional antara angkot dan angkudes.

     

     



    Sopir Mini Bus Mengeluh kepada Kepada Dishubkominfo
    Angkutan Umum Diminta Tak Malas Uji KIR
    Kunjungan Kerja Hubungan Darat di Terminal Selang
    DPRD Gunungkidul Sidak ke Terminal Selang
    BUPATI Sidak Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dishubkominfo Gunungkidul
    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     

  • Galeri Foto