Bidang
 
Info Dinas
  • Angkutan Perintis (Wonosari-Gedangsari)
  • Latihan Panjat dinding
  • GladiResik Operasi Ketupat 2011
  • Perbaikan sarana Lalu-lintas
  • Rapat Kerja
 
Dukungan Online
 Admin1
 Admin2

 
Slide Informasi
 
Statistik
  Pengunjung hari ini : 7
  Total pengunjung : 1100487
  Hits hari ini : 24
  Total Hits : 7770289
  Pengunjung Online : 9

 
Angket

Apa Transportasi Favorit Anda?

 Ojek

 Dokar

 Becak

 Andong

Lihat Hasil Angket

 

Beranda » Bidang Kominfo » Kunjungan Tim Smart Village Gunungkidul ke Jakarta Smart City

Link Website

  • Selasa, 18 Oktober 2016 - 10:27:22 WIB
    Kunjungan Tim Smart Village Gunungkidul ke Jakarta Smart City
    Diposting oleh : Hari Susanto
    Kategori: Bidang Kominfo - Dibaca: 204 kali

    Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 11 Oktober 2016, Tim Smart Village Kabupaten Gunungkidul melakukan kunjungan ke Jakarta Smart City di Balai Kota Jakarta. Tujuan nya adalah melakukan pendalaman dalam rangka memperkuat Pengelolaan Sistem Informasi dan Data Layanan Publik yang ada di Kabupaten Gunungkidul.

    Jakarta Smart City (JSC) yang ada di Jakarta berbentuk Unit Pengelola Teknis (UPT) yang berada di Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumas DKI Jakarta. JSC telah melakukan penerapan konsep kota cerdas dengan pemanfaatan teknologi dan komunikasi untuk mewujudkan pelayanan masyarakat lebih baik. Konsep Smart City juga akan meningkatkan partisipasi masyarakat dan pemerintah dalam memanfaatkan data, aplikasi, memberikan masukan maupun kritikan secara mudah.

    Jakarta Smart City memiliki 6 indikator yaitu Smart Governance (pemerintahan transparan, informatif dan responsif), Smart Economy (menumbukan produktivitas dengan kewirausahaan dan semangat inovasi), Smart People (peningkatan kualitas SDM dan fasilitas hidup layak), Smart Mobility (penyediaan sistem transportasi dan infrastruktur), Smart Environment (manajemen sumber daya alam yang ramah lingkungan), dan Smart Living (mewujudkan kota sehat dan layak huni)

    JSC yang ada di Diskominfomas DKI Jakarta memiliki 5 divisi , yaitu

    1.    Divisi Development, ini untuk membangun dan mengembangkan aplikasi smartcity

    2.    Divisi Data, terkait pengolahan big data, proses integrasi data

    3.   Divisi Monitoring dan Evaluasi (Monev), mengkaji internal dan eksternal pengelolaan smartcity

    4. Divisi Operasional, yang mengoperasionalkan portal smartcity, bertanggung jawab terhadap konten

    5.   Divisi Komunikasi, melakukan komunikasi internal dan eksternal terhadap stakeholder smart city.

    Smart City ini dikelola oleh 6 orang PNS, Kepala UPT, 2 Kepala Seksi dan 3 orang staf teknis dan dibantu oleh 80 Tenaga Ahli sesuai dengan bidangnya. Smartcity Jakarta dimulai tahun 2015 dan mengalami percepatan yang signifikan karena komitmen kuat dari Gubernur DKI. Melakukan Rapat Pimpinan tiap minggu, apa yang harus ditambahkan dan ditampilkan dalam Smart City.

    Menurut Kepala Divisi Pengembangan TI nya, menceritakan, konsep Jakarta sebagai smart city diluncurkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama pada awal tahun 2016.
    Untuk mensukseskan Jakarta sebagai smart city, diperlukan keterlibatan dari 3 pelaku: pemerintah, swasta dan masyarakat. Langkah pertama pemerintah sebagai salah satu bagian adalah membuat proses birokrasi menjadi transparan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memupuk kepercayaan dari masyarakat dan swasta.  Semua informasi yang ada di Perangkat Daerah di lingkungan DKI Jakarta di-publish melalui website jakarta.go.id dan smartcity.jakarta.go.id. Walaupun prosesnya bertahap, belum semua Perangkat Daerah yang siap melakukan Open Data. Konsep Smart City jakarta awalnya dibangun hanya berasal dari aplikasi pengaduan dan transportasi publik. Kemudian berkembang menjadi 254 hingga saat ini.

    Langkah berikutnya, mengikutsertakan masyarakat dalam pembangunan Jakarta sebagai smart city. Masyarakat dapat membantu pemerintah membangun Jakarta sebagai smart city dengan cara secara aktif melaporkan berbagai masalah. Sejauh ini, beberapa masalah yang paling sering dilaporkan adalah mengenai kemacetan, keluhan atas kinerja pegawai pemerintah yang dirasa kurang memuaskan, pungutan liar, sampah dan jalan yang berlubang atau memerlukan perbaikan lainnya. Untuk menampung semua laporan dari masyarakat, pemerintah DKI Jakarta menyediakan berbagai kanal. Mulai dari SMS, aplikasi hingga media sosial. Untuk SMS, masyarakat dapat mengirimkan pesan singkat ke nomor 32881818. Sedangkan untuk untuk email, alamat email resmi dari pemerintah Jakarta adalah smartcity@jakarta.go.id atau dki@jakarta.go.id.

    Pemerintah juga bekerja sama dengan pengembang lokal untuk membuat aplikasi, salah satunya adalah Qlue, yang memungkinkan Anda untuk melaporkan berbagai keluhan, membuat forum berdiskusi bahkan hingga mempromosikan suatu tempat. Setelah semua laporan ini terkumpul, tugas UPT Jakarta Smart City adalah untuk memilah-milah mana yang bisa segera ditindaklanjuti, mana yang perlu proses lebih lanjut. Jika laporan dapat dengan segera direspons, UPT Jakarta Smart City akan meneruskan laporan dari masyarakat ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang bersangkutan. Dan setelah OPD tersebut merespons, maka UPT Jakarta Smart City akan memberitahukan respons tersebut kepada masyarakat.
    Promosi
     
    Di akhir acara, Kepala Bidang Kominfo, Markus Tri Munarja, memberikan kenang-kenangan berupa Vandel atau Plakat kepada Jakarta Smartcity yang diwakili oleh Kepala Divisi Pengembangan TI.
    vandel
    (Foto : Hari Susanto, Penyerahan Kenang-kenangan dari Kabupaten Gunungkidul)

     


    Direktorat E-Government Imbau Kepala Daerah Fungsikan Kadis Kominfo Sebagai CIO
    FGD Strategi Infrastruktur dan Aplikasi Berbagi Pakai eGovernment
    Dishubkominfo Bahas Rancangan Peraturan Bupati Tentang Website
    Dishubkominfo GK Membahas Standar Pelayanan Kepastian Waktu Syarat dan Biaya Izin Trayek
    Dapatkan Layanan Hukum Bebas Biaya di Pengadilan Negeri Wonosari
    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     

  • Galeri Foto